Ilmu Kalam : Sekte khowarij dan Perbedaan I'tiqad aswaja dan murjiah

Berikut ini adalah pertanyaan yang berkaitan dengan sekte khowarij dan i'tiqad aswaja :

1. Tuliskan sekte-sekte yang terdapat dalam golongan khuwarij berikut penjelasannya!



Mengenai jumlah sekte khawarij, ulama berbeda pendapat, Abu Musa Al-Asy’ary mengatakan lebih dari 20 sekte, Al-Baghdady berpendapat ada 20 sekte, Al-Syahrastani menyebutkan 18 sekte, Musthafa al-Syak’ah berpendapat ada 8 sekte utama, yaitu al-Muhakkimah, al-Azariqah, al-Najdat, al-Baihasiyah, al-Ajaridah, al-Saalibah, al-Ibadiah dan al-Sufriyah. Muhammad Abu Zahrah menerangkan 4 sekte yaitu al-Najdat, al-Sufriyah, al-Ajaridah dan al-Ibadiah. Sedangkan Harun Nasution ada 6 sekte penting yaitu:

1. Al-Muhakkimah
Yaitu golongan yang menganggap Ali, Muawiyyah, ‘Amr bin al-Ash dan Abu Musa al-Asy’ari dan semua orang yang menyetujui arbitrase bersalah dan menjadi kafir.

2. Al- Azariqah
Sekte al-Azariqah lahir sekitar tahun 60 H. (akhir abad 7 M.) di daerah perbatasan antara Irak dan Iran. Nama al-Azariqah dinisbahkan kepada pemimpin sekte ini yang bernama Nafi bin Azraq al-Hanafi al-Hanzali,

3. Al-Najdat
Penamaan sekte ini dinisbatkan kepada pemimpinnya yang bernama Najdah bin Amir al-Hanafi, penguasa daerah Yamamah dan Bahrain.
 
4. Al-Ajaridah
Pemimpin sekte ini adalah Abdul Karim bin Ajarrad. Pemikiran sekte ini lebih moderat dari pada pemikiran al-Azariqah. Sekte ini berpendapat :
a. Hijrah bukanlah suatu keharusan, tetapi hanya merupakan kebajikan.
b. Harta yang boleh dirampas hanyalah harta musuh yang telah mati terbunuh.
c. Anak-anak kecil tidak termasuk bersalah dan bukan musyrik sebagaimana orang tuanya.
d. Surat Yusuf bukan bagian dari al-Qur’an, karena al-Qur’an sebagai kitab suci tidak layak memuat cerita percintaan seperti yang terkandung dalam surat yusuf.
Golongan ini terpecah pula menjadi golongan Malmuniyyah dan Hamziyyah, yang menganut faham Qadariyyah. Yakni perbuatan manusia yang baik maupun yang buruk itu timbul dari kemauan dan kekuasaan manusia itu sendiri. Yang lain adalah golongan As-Syuaibiyyah dan al-Hasyimiyyah adalah penganut jabariyyah. Bagi mereka Tuhanlah yang menimbulkan perbuatan-perbuatan manusia, dimana manusia tdak kuasa menentang kehendak Allah.

5. Al-Sufriyah
Sekte ini membawa paham yang mirip dengan paham al-Azariqah akan tetapi lebih lunak. Nama al-Sufriyah berasal dari nama pemimpin mereka yang bernama Zaid bin Asfar.

6. Al-Ibadiyah
Sekte ini dilahirkan oleh Abdullah bin Ibad al-Murri al-Tamimi tahun 686 M. Sekte al-Ibadiyah sebagai golongan yang paling moderat dalam aliran khawarij dan merupakan sekte khawarij yang bertahan hingga zaman modern. Mereka menghasilkan sejumlah mutakallimin (theolog) paling awal dalam Islam dan bersedia hidup berdampingan secara damai dengan umat Islam lainnya yang tidak menganiaya mereka. Mayoritas umat Islam dan keluarga penguasa dalam kesultanan Oman adalah Ibadiyah. Sekte ini juga terdapat di Mzab dan Wargla (Aljazair), pulau Jerba lepas pantai timur Tunisia, Nafusa dan Zuwaghah (Libia), Zanzibar dan beberapa perkampungan di Afrika Timur. Kini jumlahnya tidak lebih dari sejuta orang.

Oleh karena itu, jika golongan Khawarij lainnya telah hilang dan hanya tinggal dalam sejarah, golongan Ibadiah ini masih ada sampai sekarang dan terdapat di Zanzibar, Afrika Utara, Umman dan Afrika Selatan.
Paham moderat mereka dapat dilihat dari ajaran-ajarannya sebagai berikut :
a. Orang islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah mukmin dan bukanlah musyrik, tetapi kafir, dengan orang islam yang demikian boleh diadakan hubungan perkawinan dan hubungan warisan, syhadat mereka dapat diterima, membunuh mereka adalah haram.
b. Dar al-kufr adalah markas pemerintahan yang harus diperangi, sedangkan diluar itu disebut dar al-tauhid dan tidak boleh diperangi.
c. Orang islam yang berbuat dosa besar adalah Muwahhid yang meng-Esakan Tuhan, tetapi bukan mukmin dan bukan kafir al-Millah, yaitu kafir agama.
d. Yang boleh dirampas dalam perang hanyalah kuda dan senjata. Emas dan Perak harus dikembalikan pada yang punya.

Dari pendapat mereka itu dapat diketahui bahwa pendirian mereka hampir serupa dengan pendirian Ahlus Sunnah dan pandangan mereka terhadap orang yang berbeda paham dengan mereka sangat moderat dan adil.


2. Jelaskan perbedaan I’tiqad aswaja dengan murjiah!


- I’tikad murjiah

a. Sudah mengetahui dalam hati atas wujudnya tuhan dan sudah percaya dalam hati kepada Rasul-rasulNya maka menjadi otomatis mukmin, walaupun mengucapkan dengan lidah hal-hal yang mengkafirkan, seperti menghina nabi, menghina al-qur’an dan lain sebagainya.

b. Golongan murji’ah juga mengatakan, bahwa orang mukmin yang percaya dalam hati adanya Tuhan dan percaya pada rasul-rasul maka ia adalah mukmin walaupun dia mengerjakan segala macam dosa besar ataupun dosa kecil. Dosa bagi kaum murji’ah tidak apa-apa kalau sudah ada iman dalam hati, sebagai keadaannya perbuatan baik tak ada gunanya kalau sudah ada kekafiran didalam hati.

c. Orang yang telah beriman dalam hatinya, tetapi ia kelihatan menyembah berhala atau membuat dosa-dosa besar yang lain, bagi murji’ah orang ini masih mukmin. d. I’tiqad menangguhkan dari kaum murji’ah, yaitu menangguhkan orang yang bersalah sampai kemuka tuhan sampai hari kiamat, hal ini ditentang oleh kaum ahlussunnah wal jama’ah karena setiap orang yang salah harus dihukum didunia ini.

e. Kalau kita ikuti faham golongan murji’ah ini maka ayat-ayat hukum seperti menghukum pencuri dengan memotong tangan, menghukum rajam orang yang berzina, menghukum bayar kafart dan lain-lain yang banyak tersebut dalam Qur’an tidak ada gunanya lagi karena sekalian kesalahan akan ditangguhkan sampai ke muka Tuhan saja.

- I’tiqad Aswaja

I'tiqad ( paham ) Ahlussunnah Wal Jama'ah yang telah disusun oleh Imam Abu Hasan Al Asy'ari, terbagi atas beberapa bahagian, yaitu :

Tentang Ketuhanan ( Iman Kepada Allah Swt. )

Tentang Malaikat - malaikat ( Iman Kepada Malaikat - malaikat Allah Swt. )

Tentang Kitab -kitab Suci ( Iman Kepada Kitab - kitab Allah Swt. )

Tentang Rasul - rasul ( Iman Kepada Rasul - rasul Allah Swt. )

Tentang Hari Kiamat ( Iman Kepada akan terjadi Hari Kiamat )

Tentang Qadha dan Qadar ( Iman kepada Nasib baik dan nasib buruk)

Debi Maulana
welcome to my blog, enjoy for reading.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar